CANDI IJO

Diposting oleh R1 | 1:11:00 PM

Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta

The Highest Temple. Yah, candi ini adalah yang tertinggi di daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Ijo juga menyuguhkan pesona alam dan budaya yg luar biasa.. tak jauh dari sana juga terlihat pesona pesawat yang tengah landing. Karena Candi ini tak jauh dari landasan Bandara Adisutjipto, yang karenanya Bandara tersebut tak bisa diperpanjang ke arah timur.

Candi Ijo, dinamakan demikian karena candi ini terletak di Gumuk Ijo atau bukit hijau yang memang sangat menawan pemandangannya. Yaitu tepatnya didesa Gumuk Ijo, kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Dengan ketinggian sekitar 357,402 – 395,481 meter diatas permukaan laut, sehingga menjadikannya candi paling tinggi diwilayah Ngayogyakarta Hadiningrat.

Setelah keseharian melihat penatnya kota jogja dengan berpuluh ribu motor, kegiatan sehari-hari, ataupun berbagai masalah dan urusan yang menghinggapiku sepanjang hari (belalaang kalii hinggaap..).. aku menemukan hamparan alam menawan disini, secara tempatnya juga tidak begitu jauh dengan kota jogja. Pesawat yang hendak landing maupun take off pun dapat terlihat dari Gumuk Ijo ini, karena Bandara International Adisucipto Yogyakarta terletak disebelah barat wilayah Candi Ijo ini.

Napak Tilas di Candi Ijo

Jalan yang aku lalui cukup terjal, dengan tanjakan curam dan kelokan tajam, serta jalan yang sempit, tetapi wilayah ini sudah di aspal dengan halus sehingga harus tetap hati-hati.

Ketika kesana kita juga akan menemui bukit kapur, yang masih dipotong oleh para penambang untuk dijadikan batu ukiran maupun bahan bangunan. Sebenarnya saya sangat prihatin dengan hal ini, karena diwilayah kecamatan Palang, Tuban (Jawa Timur, red) saya juga pernah melihat bukit-bukit yang sering dipotongi oleh penduduk untuk kebutuhan mereka, setelah beberapa tahun saya lewat kesana lagi (Bukit Palang) hampir tidak berupa bukit, tetapi hanya sebuah gundukan batu di tengah kampung. Berbeda halnya ketika kita melihat bukit batu kapur di GWK (Garuda Wisnu Kencana) Bali, disana begitu dilestarikan bahkan dengan sedikit bentuk baru terlihat gabungan antara seni budaya kuno dan modern yang terkolaborasi dengan sangat indah dan menarik.

Saya sangat berharap Candi Ijo ini dijadikan ikon kelestarian termasuk diarea-area sekitarnya karena selain posisinya yang terletak dipinggir jalan dan mudah ditemukan, dalam Candi Ijo juga terdapat 3 buah candi perwara yang menghadap ke timur dan sebuah candi utama yang menghadap ke barat yang terletak di teras paling atas yaitu teras kesebelas (karena candi ini mempunyai 17 struktur bangunan yang terbagi dalam 11 teras berundak). Di dalam Candi Ijo juga terdapat lingga dan yoni yang melambangkan Dewa siwa yang menyatu dengan Dewi Parwati, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Candi Ijo ini mempunyai latar belakang keagamaan Hindu aliran Siwa.

Dari bentuk ukirannya Candi Ijo ini dibangun pada abad ke-9, yang akan kita temukan pula arca yang menggambarkan sosok perempuan dan laki-laki yang melayang dan mengarah pada sisi tertentu yang menurut riwayat sangsekerta arca tersebut dapat menggambarkan sebagai suwuk untuk mengusir roh jahat, dan dapat pula digambarkan sebagai lambang persatuan Dewi Uma dan Dewa Siwa.. yang dengan persatuan tersebut dapat dimaknai sebagai awal terciptanya alam semesta. Selanjutnya akan kita temukan pula beberapa prasasti dalam Candi Ijo, diantaranya adalah prasasti yang terbuat dari batu dengan ukuran tebal 9 cm dan tinggi 14 cm yang memuat mantra-mantra yang didindikasikan berupa kutukan, yang ditulis sebanyak enam belas kali, yang menggambarkan pula bahwa pada saat itu telah terjadi peristiwa di Jawa yang sampai kini belum diketahui dan masih merupakan misteri.

0 komentar